Hari itu saya mau pulang ke Cianjur, lumayan lah ada libur beberapa hari, daripada bulukan di kostan, mending pulang. Seperti biasa naik bis dari daerah cileunyi sebelum pintu tol karena emang biasanya banyak bis ke Cianjur yang ngetem di sana. Waktu itu saya emang lagi buru-buru, naik angkot juga langsung dari depan kostan. Sesampainya di Cileunyi, bahagia banget liat bis jurusan Tasik- Jakarta (via Cianjur) yang lagi ngetem (asyik lah jadi gak usah nunggu bis dateng), eh pas saya bilang 'kiri', angkotnya gak berhenti juga (agak kesel), bilang sekali lagi akhirnya angkot berhenti lumayan jauh dari tempat pemberhentian bis. Saya pun turun dan berjalan menuju bis. Eh pas saya lagi jalan menuju bis tujuan, bisnya udah mulai maju (arahnya berlawanan dengan saya). Gara-gara gak mau nunggu lagi, saya pun lari, ngelompatin pembatas, neriakin bisnya, tapi bisnya terus maju. Hmm saya pun putus asa. Ya walopun bisnya masih jalan pelan-pelan tapi tetep aja lebih cepet dari lari saya. Tapi tiba-tiba ada bapak-bapak yang nepuk pundak saya "hayu neng", hah? saya kaget, dan dia ngajak lari lagi ngejar bis, ya udah saya pun ngikut aja. Akhirnya kondektur bis nonngol, kami pun lari sambil berteriak agar bisnya berhenti. Yes ! usaha kami berhasil, bis pun berhenti sebelum gerbang tol, tepat di depan plang 'S' coret. :D (silakan berkomentar sendiri)
Jumat, 12 Juli 2013
Makanya, Baca !
Abis nge'list' buku bacaan (non-pelajaran) yang udah dibaca selama pertama kali bisa baca sampe sekarang (yang inget aja sih), hasilnya? waah dikit banget :o nyesel suka bacanya gak dari dulu :o nyesel dulu kalo punya uang lebih gak beli buku. Ntah kenapa ya dulu ga suka baca, seinget saya sih alasannya karena 'gak punya cukup waktu' emang sih dulu saya lebih milih nonton tv daripada baca buku, yang ditonton juga gak semuanya tayangan berkualitas, lebih banyak nonton FTVnya daripada nonton berita. Pantesan aja wawasannya segini-gini aja. Jadi sedih :(
Kalo gitu, mari membaca ! :D
Sombong
Sering kecewa karena tidak mendapatkan apa yang kita harapkan?
atau terkadang merasa bahwa do'a kita tak kunjung ada jawabannya?
Sebelum menyalahkan siapapun, mari kita instrospeksi diri. Tanya pada diri kita.
Mungkin ada kerikil kecil bernama 'sombong' yang sedang bersemayam dalam diri kita.
Mungkin kita terlalu banyak meremehkan orang lain? atau terlalu bangga dengan kemampuan kita?
Sadarlah !
Mari bersama merubah diri ! Percayalah, kesombongan akan selalu mengantarkan kita pada keterpurukan. Saya pernah merasakannya.
Rendah hati tak berarti menghina diri, tapi itulah jalan menuju kebahagiaan yang sejati.
Selasa, 19 Februari 2013
Fakultas Psikologi UNPAD, Inspirasi Fakultas Psikologi Indonesia
Tulisan
ini dibuat dalam rangka memenuhi salah satu tugas dalam kegiatan
Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Fakultas Psikologi Unpad 2012.
Di Indonesia, lahirnya Pendidikan Psikologi diawali oleh pidato ilmiah Prof. Dr. Slamet Iman Santoso dalam pengukuhannya sebagai Guru Besar Universitas Indonesia pada Dies Natalis Universitas Indonesia pada tahun 1952 di Fakultas Pengetahuan Teknik UI di Bandung (sekarang ITB). Dalam pidato tersebut, beliau antara lain mengemukakan penggunaan pemeriksaan psikologis untuk mendeteksi the right man on the right place, dan menghindari the right man on the wrong place, the wrong man on the right place, serta the wrong man on the wrong place.
Saya
menyadari tulisan ini belumlah sempurna dan masih dibutuhkan data-data
pendukung. Tetapi mudah-mudahan tulisan ini dapat membantu teman-teman
yang ingin mencari mencari informasi terkait sejarah Fapsi Unpad dan
dengan senang hati bisa dijadikan referensi bagi tulisan teman-teman
selanjutnya yang lebih baik lagi, tapi jangan lupa sertakan sitasi yang
baik dan benar ya :)
Happy reading !
![]() |
| Lambang Fakultas Psikologi |
Awal munculnya Psikologi di Indonesia adalah sebagai bagian dari ilmu kedokteran dan psikotes, tetapi kemudian berkembang pesat serta menjadi kebutuhan masyarakat di berbagai sektor seperti pendidikan, sosial, dan olahraga. Di tahun 1960-an hanya ada empat fakultas psikologi yaitu di UI, UGM, UNPAD, Maranatha. Namun sekarang sudah ada lebih dari 40 fakultas psikologi di Indonesia baik negeri maupun swasta.
Dari keempat universitas yang mengawali berdirinya fakultas psikologi, Fakultas Psikologi UNPAD lah yang berbeda, mengapa? Karena ada dua keistimewaan pendirian fakultas ini, yaitu :
Fakultas Psikologi berdiri sebagai Fakultas, bukan berkembang dari bagian program studi lain seperti : Fakultas Psikologi UI yang berkembang dari program studi Fakultas Kedokteran dan Fakultas Psikologi UGM yang berkembang dari Fakultas Paedagogi.
Pendirian Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran dapat langsung diresmikan berdiri sendiri sebagai fakultas tanpa harus berada di bawah naungan Yayasan Padjadjaran terlebih dahulu seperti beberapafakultas lain di Universitas Padjadjaran. Biasanya pada waktu itu sebelum diresmikan menjadi fakultas harus berada di bawah naungan yayasan sekurang-kurangnya satu tahun.
Sabtu, 16 Februari 2013
Terpuruk
Memberi semangat atau motivasi kepada orang lain yang sedang terpuruk ketika keadaan kita lebih baik dari mereka memang mudah, namun apakah kita masih bisa melakukannya ketika kita sama-sama terpuruk?
Harapan
aku sering berharap sesering harapan itu tidak terwujud.
apa yang aku dapatkan sekarang, sangat aku syukuri, namun yang mengganjal di hati adalah mengapa setiap apa yang aku harapkan, malah sampai kepada orang lain? selalu begitu. membuatku hilang selera. sebenarnya aku tidak berharap banyak dengan harapan itu, hanya ingin berharap, namun jika memang setiap aku berharap hasilnya akan terus bergini, lebih baik aku berhenti berharap saja dan ku pasrahkan semuanya pada Allah Swt. Karena hanya Dia yang mau mendengarkan dan juga mengabulkan harapkanku, atau bahkan menggantinya dengan yang jauh lebih baik. akan ku biarkan harapan sesaatku itu menguap saja seperti'kentut', terlalu lama aku menahannya hanya akan menyisakan rasa sakit, sakit yang teramat sangat. kini aku hanya ingin berpikir dan berprasangka yang baik-baik saja, karena memang benar, apa yang terjadi sesuai dengan prasangkaku, mungkin inilah yang Allah telah tunjukkan kepadaku.
Jatinangor, 4 Oktober 2012
21 : 53
apa yang aku dapatkan sekarang, sangat aku syukuri, namun yang mengganjal di hati adalah mengapa setiap apa yang aku harapkan, malah sampai kepada orang lain? selalu begitu. membuatku hilang selera. sebenarnya aku tidak berharap banyak dengan harapan itu, hanya ingin berharap, namun jika memang setiap aku berharap hasilnya akan terus bergini, lebih baik aku berhenti berharap saja dan ku pasrahkan semuanya pada Allah Swt. Karena hanya Dia yang mau mendengarkan dan juga mengabulkan harapkanku, atau bahkan menggantinya dengan yang jauh lebih baik. akan ku biarkan harapan sesaatku itu menguap saja seperti
Jatinangor, 4 Oktober 2012
21 : 53
Do'a Nenek
dalam cerita ini, ada beberapa kalimat yang menggunakan bahasa Sunda, agar terasa lebih real :) kalau ga ngerti, silakan tanya orang disamping Anda :D atau googling aja ya .
Waktu itu mau SNMPTN tulis (terpaksa ikutan soalnya ga lulus SNMPTN undangan, hehe bohong deh), tempatnya bukan di Cianjur, tapi di Sukabumi.
Menurut jadwal, SNMPTN itu dua hari, dan karena saya ngambil jurusan IPA, tempat tes saya adalah di SMA 4 Kota Sukabumi. Orang-orang sih udah pada dapet tempat nginep, sementara saya masih galau mau nginep dimana. Asalnya sih mau bolak-balik aja Cianjur-Sukabumi. Tapi, setelah melakukan beberapa pertimbangan, lebih baik saya nginep aja di Sukabumi. Ayah saya berasal dari Sukabumi dan hampir semua keluarganya tinggal di Sukabumi. Jadi tinggal dipilih aja tuh mau nginep ditempatnya siapa, dan sudah diputuskan, saya nginep di rumah nenek :) (ciiieee) Ya dirumah enin (nenek.red) beliau adalah Kakak dari ibu ayah saya, karena jaraknya lebih dekat dengan SMA 4 (setelah survey terlebih dahulu), tepatnya di daerah Sukamanah, Cisaat.
Singkat cerita, saya berangkat ke Sukabumi ditemani adik saya yang pertama. Seneng juga bisa nginep di rumah enin, ya setidaknya suasananya lebih sunyi n cocok lah buat menenangkan diri sebelum tes. Yang pasti, enin menyambut hangat kedatangan saya. (yaiyalah masa iya gak bahagia dikunjungin sama cucunya :D)
Waktu itu mau SNMPTN tulis (terpaksa ikutan soalnya ga lulus SNMPTN undangan, hehe bohong deh), tempatnya bukan di Cianjur, tapi di Sukabumi.
Menurut jadwal, SNMPTN itu dua hari, dan karena saya ngambil jurusan IPA, tempat tes saya adalah di SMA 4 Kota Sukabumi. Orang-orang sih udah pada dapet tempat nginep, sementara saya masih galau mau nginep dimana. Asalnya sih mau bolak-balik aja Cianjur-Sukabumi. Tapi, setelah melakukan beberapa pertimbangan, lebih baik saya nginep aja di Sukabumi. Ayah saya berasal dari Sukabumi dan hampir semua keluarganya tinggal di Sukabumi. Jadi tinggal dipilih aja tuh mau nginep ditempatnya siapa, dan sudah diputuskan, saya nginep di rumah nenek :) (ciiieee) Ya dirumah enin (nenek.red) beliau adalah Kakak dari ibu ayah saya, karena jaraknya lebih dekat dengan SMA 4 (setelah survey terlebih dahulu), tepatnya di daerah Sukamanah, Cisaat.
Singkat cerita, saya berangkat ke Sukabumi ditemani adik saya yang pertama. Seneng juga bisa nginep di rumah enin, ya setidaknya suasananya lebih sunyi n cocok lah buat menenangkan diri sebelum tes. Yang pasti, enin menyambut hangat kedatangan saya. (yaiyalah masa iya gak bahagia dikunjungin sama cucunya :D)
![]() |
| ini neneknya orang sih :) dipinjem ya fotonya. |
Pagi hari sebelum tes, saat saya sedang minum obat (karena beberapa hari sebelum berangkat ke Sukabumi, saya sempat sakit. Stress kali yaa )
"Neng kadieu, caina urang do'an ku enin."
"Muhun nin." (salah satu point plus, nginep di rumah enin : Dido'ain sebelum tes)
Langganan:
Postingan (Atom)

